Sosial Media
0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    GREBEK UMKM: NEJA Laundry, Jemput Rezeki dari Cucian Kotor

    2 min read

    Penulis: Neneng | Foto: Seila Cun Dika | Editor: Ronald Simamora


    Di jaman yang makin praktis sekarang ini, banyak orang tidak mau repot-repot dengan pakaian kotornya di rumah. Mereka tinggal bawa pakaian kotornya ke binatu (laundry), tunggu beberapa waktu cucian sudah bersih, rapi dan wangi. Tidak heran banyak orang membuka bisnis laundry di mana-mana. Hal ini juga yang dilakukan oleh Ibu Suhaenah.

    Setahun yang lalu ibu Suhaenah membuka usaha laundry “Neja” di bilangan Jalan Kesadaran 2, Pondok Petir. Dia memilih usaha ini lantaran sudah berpengalaman bekerja di beberapa laundry di dekat rumahnya. “Sebelum buka usaha laundry sendiri, saya kerja di Lucy Laundry bagian kasir, terus pindah ke bagian gosok sampe saya dipercaya pegang kunci toko. Terus saya pindah lagi ke laundry lain di daerah Cinangka. Baru setahun kemarin saya mulai coba-coba buka usaha sendiri di rumah kontrakan,” cerita ibu empat anak ini.

    Dari usaha di rumah kontrakan, perlahan Ibu Suhaenah mulai banyak pelanggan. Pelanggan mengaku hasil kerja laundry Neja bersih, wangi dan halus. Belakangan, karena sudah mulai banyak pelanggan dan tidak bisa menampung lagi hasil cucian di rumah kontrakan itu, usaha binatunya dipindah ke kios kecil di Jalan Kesadaran 2 yang disewa dengan biaya sekitar Rp1,3 juta per bulan. Di tempat yang baru ini, pelanggan juga makin banyak karena dia menerapkan sistem paket cuci/setrika satuan, mingguan, dan bulanan dengan tarif menarik.

    Dengan 3 mesin cuci, 1 mesin pengering, 2 alat setrika dan 2 mesin bolier, Neja Laundry bisa menampung lebih kurang 50 kilogram cucian bersih setiap harinya. Ibu Suhaenah membuka usahanya setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 8 malam. Dia mengaku sering kewalahan menerima order cucian di empat hari terakhir setiap minggu. Maklum, selama ini dia bekerja sendirian, belum punya karyawan.

    “Alhamdulilah selama ini belum pernah ada complain dari pelanggan karena baju rusak, baju tertukar karena saya selalu berhati-hati,memilah milah baju yang diantar pelanggan dan mencucinya dengan hati-hati” ujar ibu Suhaenah yang kepingin punya karyawan sendiri.

    Dari usaha laundry-nya itu, ibu Suhaenah bisa raih omzet sekitar 8 juta rupiah setiap bulan. Jumlah itu belum dipotong dengan biaya operasional lainnya. Semoga usaha binatu Ibu Suhaenah bisa terus bertahan di tengah gempuran usaha laundry yang makin marak dan bermesin modern.



    Bersatu Kita Kuat, Bersama Kita Hebat

    Tags: #UMKMPondokPetir #UMKMKelurahanPondokPetir #Kampung1000UMKM #UMKMDepok #UMKMKotaDepok #UMKMBojongsari #UMKMBosama #UMKMJawaBarat #UMKMJabar

    Komentar
    Additional JS