Sosial Media
0
News
    Home Digital Marketing Kewirausahaan

    Panduan Praktis Reseller: Pemanfaatan Status WhatsApp untuk Penghasilan Tambahan

    "Panduan praktis jualan reseller minim modal lewat WhatsApp Business dengan update status: mindset, rumus konten, jam posting dan cara closing."

    3 min read

    Coach Randi Sovpria Nadi, S.E., Ase.Kom Asesor Kompetensi | Business Coach (Coach Faran Academy) S1 Managemen Pemasaran STIE IBiI (Kwik Kian Gie School of Business), Coach Randi adalah Asesor BNSP dan Coach UMKM berpengalaman 17 tahun di industri periklanan dengan klien Multinasional dan Nasional serta 4 tahun Brand Activation untuk product Rokok terkemuka di Indonesia. Bussiness owner Faufaubutik. Mie Ayam Bakso 77 dan Tipanza Bread, Aktif di ARMORNESIA, serta narasumber di RRI Pro2 FM, PF Preneur dan pendiri kanal YouTube “Tanya Coach Randi”.


    Mulai usaha minim modal dengan cara yang simpel: jualan lewat WhatsApp Business dan update status secara konsisten.

    Gambaran Umum

    Dalam banyak pelatihan, sering ditemukan ibu-ibu yang ingin membantu ekonomi keluarga, tetapi bingung harus mulai dari mana. E-book ini dibuat agar siapa pun bisa mulai jualan dari HP, tanpa ribet, langsung praktik, dan hasilnya terasa.

    Siapa yang Bisa Menjalankan?

    Jawabannya: semua kalangan, semua gender, tua maupun muda. Intinya adalah mereka yang ingin punya penghasilan tambahan dan siap belajar langkah-langkahnya secara konsisten.

    Kenapa Menggunakan WhatsApp Business?

    Salah satu tools paling ekonomis untuk jualan adalah WhatsApp Business, khususnya melalui fitur update status.

    Alasannya sederhana: gratis, jangkauan luas, tidak perlu toko online, dan bisa langsung menyasar target yang tepat.

    Reseller: Opsi Aman untuk Mulai Usaha

    Menjadi reseller adalah opsi lain untuk memulai usaha dengan cara menjual produk orang lain tanpa harus produksi dan tanpa perlu stok banyak. Fokus utama Anda adalah jualan dan mengambil untung. Media jualan tetap bisa memanfaatkan update status WhatsApp.

    Mindset Dasar Saat Jualan di Status

    Saat memulai usaha, Anda perlu mindset usaha: status WA itu menawarkan, bukan memaksa. Karena itu, tugas Anda adalah mencuri perhatian, membangun kebutuhan (needs), dan menjaga konsistensi.

    Kunci penting: Konsisten itu lebih penting daripada “sekali posting lalu berharap langsung ramai”.

    Langkah Praktis Menyiapkan Konten

    Langkah berikutnya adalah menyiapkan foto produk yang menarik dan jelas detailnya. Pastikan calon pembeli bisa cepat paham tentang produk yang Anda tawarkan. Setelah itu, lakukan posting secara konsisten.

    Rumus Jualan di Status WA

    Format sederhana yang bisa dipakai adalah: Pembuka – Masalah – Solusi – Ajakan Chat.

    Contoh:
    “Lagi banyak yang nyari mukena bahan adem? Bahan ringan dan nyaman? Minat chat aku yuuuk!”

    Jam Posting yang Disarankan

    Perhatikan jam posting agar yang melihat status Anda lebih banyak. Pola yang umum efektif adalah pagi, siang, dan malam. Untuk jumlahnya, cukup 3–5 status per hari agar tidak terasa “spam” tetapi tetap konsisten terlihat.

    Respons Chat untuk Mempercepat Closing

    Balaslah chat dengan jawaban yang ramah, jelas, dan cepat. Respons yang baik membantu proses closing lebih lancar karena calon pembeli merasa dilayani dan yakin.

    Kesalahan yang Sering Terjadi pada Pemula

    Kesalahan yang paling sering adalah tidak konsisten, harga tidak jelas, dan mudah menyerah. Tiga hal ini biasanya membuat jualan berhenti sebelum sempat berkembang.

    Dengan pola yang sederhana, ekonomi, dan konsisten, status WhatsApp bisa menjadi jalur realistis untuk membangun penghasilan tambahan. Fokus pada proses, perbaiki konten dari waktu ke waktu, dan jaga ritme posting serta respons chat.



    Bersatu Kita Kuat, Bersama Kita Hebat

    Tags: #UMKMPondokPetir #UMKMKelurahanPondokPetir #Kampung1000UMKM #UMKMDepok #UMKMKotaDepok #UMKMBojongsari #UMKMBosama #UMKMJawaBarat #UMKMJabar

    Komentar
    Additional JS